Lanjut ke konten

Diskusi

19 April 2010

Melalui diskusi, kita dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif, berpikir secara logis dan sistematis serta menyampaikan gagasan kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar secara lisan. Dengan berdiskusi kita dapat berlatih menggunakan pengetahuan dan gagasan-gagasan kita untuk menyampaikan pendapat, mempertahankan pandangan-pandangan, mengatakan setuju atau menolak pandangan orang lain dengan cara-cara yang baik. Melalui diskusi pula kita dilatih untuk menghargai orang lain walaupun kita berbeda pendapat atau pandangan. Selain itu, dalam diskusi Anda juga bisa berlatih memperkenalkan diri kepada orang lain.

Memperkenalkan Diri dalam Diskusi

Dalam sebuah diskusi atau seminar, pasti terdapat sesi perkenalan yang biasanya dimulai tepat sebelum seorang pembicara mulai mempresentasikan tulisannya. Untuk memperkenalkan diri, Anda juga harus memperhatikan kedudukan Anda, atau sebagai apa Anda di dalam seminar tersebut. Jika Anda berperan sebagai peserta, akan sangat berbeda dengan seorang yang berperan sebagai moderator saat memperkenalkan diri dalam sebuah seminar.

Memberi Tanggapan dalam Diskusi

Dalam sebuah diskusi panel, seorang peserta mempunyai hak untuk bertanya, menyetujui, atau menyanggah pendapat pembicara/panelis. Hendaknya pertanyaan atau sanggahan dilakukan dengan menggunakan kalimat yang jelas, logis, dan tidak menyimpang dari pokok persoalan. Kemukakan pola dasar alasan/argumen Anda dengan jelas supaya mudah dimengerti. Jangan terlalu banyak mengemukakan pertanyaan/sanggahan, hargailah pendapat orang lain. Agar gagasan atau pendapat dapat disampaikan dengan baik, seorang peserta harus memperhatikan hal-hal berikut.

  1. Peserta harus menguasai masalah yang dibahas.
  2. Dalam menyampaikan pendapat, peserta harus menggunakan bahasa yang baku serta kalimat yang santun.
  3. Peserta harus menyampaikan pendapat yang masuk akal dan sistematis. Jika tanggapan berupa sangkalan atau kalimat yang berisi penolakan, kalimat tersebut harus disertai alasan yang rasional.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: