Lanjut ke konten

Pers

29 Maret 2010

Pengertian Pers

Secara etimologis Pers/Press (dalam Bahasa Inggris) artinya menekan, “mengepres”. Pers mempunyai arti sebagai berikut.

  1. Usaha percetakan atau penerbitan
  2. Usaha pengumpulan dan penyiaran berita
  3. Penyiaran berita melalui surat kabar, majalah, koran, radio, dan televisi
  4. Orang-orang yang bergerak dalam penyiaran berita

Pers mengandung 2 pengertian dalam arti :

a. Luas : mencakup semua media komunikasi, yaitu media cetak, media audio, media audio visual, dan media elektronik.

b. Sempit : Mencakup surat kabar, koran, majalah, tabloit, dan buletin.

Menurut UU No.40 tahun 1999 pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan saluran yang tesedia.

Fungsi Pers adalah sebagai :

  1. Saluran opini publik, sarana komunikasi dari bawah (masyarakat) ke atas (negara). Masyarakat menyalurkan aspirasi dengan cara mengeluarkan atau menulis pendapat, kritik, saran melalui media pers.
  2. Saluran enyalur informasi dari pemerintah atau negara.
  3. Saluran investigasi dari suatu kasus.
  4. Media informasi, mencakup : hiburan, pendidikan, kontrol, serta sebagai lembaga ekonomi. Pers memuat berbagai informasi sehingga memberi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Peranan pers menurut UU No.40 tahun 1999

  1. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahu dan mendapat informasi.
  2. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi serta mendorong terwujudnya supremasi hukum, HAM, dan menghormati kebhinekaan.
  3. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
  4. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
  5. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan umum.

Perkembangan pers di Indonesia

  • 1945 Pers Indonesia dimulai sebagai pers perjuangan.
  • 1950 hingga 1960 menjadi pers partisan yang mempunyai tujuan sama dengan partai-partai politik yang mendanainya.
  • 1970 hingga 1980 menjadi periode pers komersial. Karena ditinggal partai politik yang mendanainya, pers melakukan pencarian dana melalui masyarakat serta berusaha meraih jumlah pembaca yang tinggi.
  • Awal 1990 pers memulai proses repolitisasi, menentang pemerintahan melalui kritik kritis mengenai kebijakan pemerintah orde baru.
  • Awal reformasi 1999 lahir pers bebas dibawah kebijakan Presiden B.J. Habibi yang kemudian diteruskan pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: