Skip to content

Bapak Koperasi Indonesia

28 Desember 2009

Mohammad Hatta lahir pada tanggal 12 Agustus 1902 di Bukittinggi. Di kota kecil yang indah ini;ah Bung hatta dibesarkan dilingkungan keluarga ibunya. Ayahnya, Haji Mohammad Djamil, meniggal ketika Hatta berusia delapan bulan. Dari ibunya, Hatta memiliki enam saudara perempuan. Ia adalah anak laki-laki satu-satunya.

Sejak dduk di MULO di Kota Padang, ia telah tertarik pada pergerakan. Sejak tahun 1916 timbul perkumpulan pemuda seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Minahasa, dan Jong Ambon. Hatta masuk ke perkumpulan Jong Sumatranen Bond.

Pada 1921 Hatta tiba di negeri Belanda untuk belajar pada Handels Hoge School di Rotterdam. Ia mendaftar sebagai anggota Indische Vereeniging. Tahun 1922, perkumpulan ini berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging. Perkumpulan yang menolak bekerja sama dengan Belanda itu kemudian berganti nama lagi menjadi Perhimpuan Indonesia (PI).

Hatta lulus dalam ujian Handels Economic(Ekonomi Perdagangan) pada tahun 1923. Semula ia bermaksud menempuh ujian doctoral dibidang Ilmu Ekonomi pada akhir tahun 1925. Karena itu pada 1924 dia nonaktif pada PI. Tetapi pada waktu itu dibuka jurusan baru, yaitu hukum negara dan hukum administratif. Hatta pun tertarik memasuki jurusan itu terdorong oleh minatnya yang besar dalam bidang politik.

Perpanjangan rencana studinya itu memungkinkan Hatta terpilih menjadi ketua PI pada tanggal 17 Januari 1926. Pada kesempatan itu, ia mengucapkan pidato inagurasi yang berjudul Economische Wereldbouw en Machtstengenstellingen” (Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan). Dia mencoba menganalisis struktur ekonomi dunia dan berdasarkan itu, menunjuk landasan kebijakan non-kooperatif.

pada bulan Juli 1932, Hatta berhasil menyelesaikan studinya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian ia tiba di jakarta. Antara akhir tahun 1932 dan 1933 kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegiatan politik, terutama pendidikan kader-kader politik dan Partai Pendidkan Nasional Indonesia. Prinsip non-kooperasi selalu ditekankan kepada kader-kader.

Selama menjadi Wakil Presiden, Bung Hatta tetap aktif memberi ceramah-ceramh diberbagai lembaga pendidikan tinggi. Dia juga tetap menulis berbagai karangan dan buku-buku ilmiah dibidang ekonomi dan koperasi. Dia juga aktif membimbing gerakan koperasi untuk melaksanakan cita-cita dalam konsepsi ekonominya. tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut hari koperasi di Indonesia. Karena besarnya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai Koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi membangun (1971).

Referensi : LKS Ekonomi XII SMA

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: