Lanjut ke konten

Sebuah Misteri yang Abadi

27 Desember 2009

Atlantis adalah misteri terbesar tentang sebuah tempat yang tidak pernah terjamah oleh manusia modern. Bentangan daratan dengan peradaban tinggi yang tenggelam beberapa ribu tahun silam. Pada akhirnya Atlantis hanya dikenang sebagai sebuah mitos, bahan penting untuk terus memproduksi kisah dan tragedi lewat buku dan film.

Satu-satunya sumber mengenai keberadaan Atlantis berasal dari kitab jarangan Plato, Timeaus and Critias yang ditulis 360 SM. Cerita tentang Atlantis ia dapatkan dari kisah perjalanan Solon ke kota Sais yang terletak pada distrik Sais, Mesir Kuno. Para pendeta di kota itu bercerita tentang sejarah yang telah dilupakan oleh orang-orang Yunani tentang sebuah bangsa besar yang pernah menyerang nenek moyang mereka ribuan tahun yang lalu. Selama tiga abad setelah kematian Solon, cerita itu terpendam begitu saja hingga Plato mengungkapkannya lagi dalam bentuk dialog.

Didalam Timeaus and Critias, Plato menceritakan tentang asal-usul negeri Atlantis, sistem pemerintahan, ritual, serta bagaimana gempa besar dan banjir menelan negeri dan peradaban itu sembilan ribu tahun sebelum sebelum masa hidup Plato. Plato tidak menjelaskan dimana posisi peradaban yang tenggelam itu. Ia hanya menjelaskan bahwa bentangan negeri itu sama luasnya dengan gabungan Libya dan Asia Minor dimana didepannya tepat menghadap selat yang disebut sebagai Pilar Hercules.

HIngga saat ini Atlantis tetap menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah manusia. Sebagian ahli menyebutkan Antlantis hanya sebuah mitos, sedangkan lainnya ada yang menganggap itu kenyataan sejarah yang belum bisa diungkap oleh umat manusia. Lokasi tenggelamnya Atlantis menjadi inti perdebatan selama berabad-abad. Berbagai teori dan spekulasi juga menghiasi misteri lokasi tenggelamnya Atlantis. Lopez de Gomara menyatakan Atlantis terletak di Amerika. Kemudian tiga orang sejarawan Maya, Abbe Brasseur de Bourbourg, Augustus le Plongeon, dan Edward Herbert Thompson yang percaya bahwa orang-orang suku Indian Maya adalah keturunan langsung dari orang-orang Atlantis. Sebagian lagi mengangkat teori arkeolog Yunani, Spyridon Marinatos yang mengatakan mitos Atlantis diambil dari kisah tenggelamnya Pulau Thera dekat Pulau Creta, Yunani.

Teori lainnya berasal dari William lauritzen seorang Amerika yang mencoba menyelidiki keberadaan Atlantis secara komparatif dengan menautkan semua disiplin ilmu. Ilmuan itu berani memberikan hipotesa bahwa benua Atlantis yang tenggelam itu berada di Lautan Nusantara.

Jadi dimanakah sesungguhnya Atlantis tenggelam? Apakah akal dan nalar manusia mampu menjawabnya?

Disadur dari Warta Ganesha edisi 7, dengan judul asli ATLANTIS : sebuah Misteri yang Abadi

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: