Lanjut ke konten

Windows Seven Diragukan Analis

21 November 2009

Sudah yakinkah anda ingin menggunakan operating sistem milik microsoft yang ber-codename Seven? banyaknya puji-pujian yang dilayangkan terhadap Windows 7 sepertinya tidak cukup untuk meyakinkan konsumen yang pernah trauma terhadap kegagalan Vista. Karena itu para analis memperkirakan, konsumen diperkirakan menunggu sekitar setahun lagi sebelum membeli Windows 7.

Produsen software terbesar dunia Microsoft Corp baru-baru ini secara resmi meluncurkan sistem operasi baru mereka “Windows 7”, yang hadir menggantikan pendahulunya Windows Vista. Windows Vista sendiri sudah mulai dipasarkan sejak 2007. Untuk pasar Indonesia, PT Microsoft Indonesia pun menggelar peluncuran Windows 7 di Jakarta.

Bukan rahasia, Vista adalah salah satu sistem operasi terburuk dari Microsoft. Penyebabnya, Vista memiliki masalah besar dalam kompatibilitas, stabilitas, hingga konsumsi energi dan sumber daya komputasi. Dan nampaknya Microsoft berupaya menyelesaikan masalah itu dengan menyempurnakannya pada produk baru mereka Windows 7.

“Vista dan Windows 7 adalah dua produk yang sangat berbeda. Di internet, kita dapat dengan mudah menemukan komentar-komentar buruk tentang Vista. Tetapi, komentar buruk tentang Windows 7 sangat sulit ditemukan,” ujar Chief Operating Officer PT Microsoft Indonesia Faycal Bouchlaghem.

Klaim Bouchlaghem diatas nampaknya ada benarnya. Hingga saat ini, Windows 7 memang banyak mendapatkan pujian karena lebih cepat dan lebih hemat sumber daya komputasi daripada Vista. Pujian-pujian itu muncul dari orang-orang yang telah mencoba Windows 7 versi beta (percobaan) yang diberikan secara gratis oleh Microsoft.

Namun begitu, para analis menilai, sistem operasi yang baru diluncurkan itu memang biasa mendapatkan penilaian bagus pada awal-awal kemunculannya. Sebab, orang masih terpesona pada fitur-fitur baru sistem operasi itu, dan masalah yang tidak terpikirkan sebelumnya belum muncul dan teridentifikasi.

Mantan Pemimpin Redaksi PC World Harry McCracken memang mengakui kecepatan Windows 7. Namun, McCracken menegaskan, dia juga memberikan penilaian yang bagus kepada Vista pada awal-awal kehadiran sistem operasi itu.

“Saya saat itu terpesona pada penampilan Vista. Saya pun melakukan review terhadap sistem operasi itu dan saya memberikan nilai bagus.Tetapi, berbagai masalah kemudian muncul dan Vista terbukti gagal. Tampaknya kita harus menggunakan standar lebih tinggi dalam memberikan penilaian,” tutur McCracken kepada Reuters.

Pada 2006, PC World memberikan pujian besar kepada Vista dengan artikel berjudul “All in all, Windows Vista is a Great Leap Forward for The Operating System”. Terjemahan bebasnya kurang lebih adalah “Vista,Terobosan Besar dalam Sistem Operasi”.

Penulis teknologi Preston Gralla mengungkapkan pendapat senada.Pada awal-awal kehadiran Vista, Gralla memberikan penilaian bagus kepada Vista.Namun begitu, belakangan Gralla menyesalinya. Sebab,Vista ternyata memberikan banyak masalah kepadanya.

“Banyak masalah muncul setelah peluncuran perdana Vista. Saya menyesal tidak mencobanya pada lebih banyak hardware. Karena itu, saya saat ini menjadi lebih berhati-hati dalam memberikan penilaian kepada Windows 7. Jelas saya akan menguji Windows 7 pada lebih banyak hardware,” papar Gralla, seperti dikutip Reuters.

Penulis teknologi Businessweek, Steve Wildstrom, bahkan melontarkan komentar lebih pedas. Pada 2007, Wildstrom menulis sebuah review berjudul “Vista is a Big Step Forward; In Time, You?ll Want It”. Terjemahannya,”Vista adalah Terbosan Besar; Anda Pasti Akan Menginginkannya”.

“Seandainya saja saya bisa kembali ke masa lalu dan kembali melakukan review terhadap Vista, maka saya akan menulis lebih banyak komentar negatif,” tandas Wildstrom kepada Reuters.

Menanggapi komentar-komentar negatif terhadap Vista, National Technology Officer PT Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono mengungkapkan, Microsoft belajar sangat banyak dari kegagalan Vista memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk menyelesaikan masalah-masalah Vista, tambah Tony, Microsoft telah memperbaiki arsitektur sistem operasi itu,dan kini merilisnya sebagai Windows 7.

“Terbukti, Windows 7 sangat hemat sumber daya komputasi. Saya sudah mencoba menjalankan Windows 7 pada komputer yang memiliki memori 256 MB dan Windows 7 bisa berjalan.Vista tidak akan bisa berjalan pada komputer itu,” papar Tony kepada OkeZone.

Sedangkan untuk menyelesaikan masalah kompatibilitas (kemampuan menjalankan aplikasiaplikasi lama), Microsoft menanam fitur XP Mode ke dalam beberapa versi Windows 7. Dengan XP Mode, sebuah komputer Windows 7 mampu secara virtual menjalankan Windows XP sehingga aplikasi yang hanya bisa berjalan di Windows XP menjadi bisa diakses di Windows 7. Namun sayangnya, hanya beberapa versi saja yang dilengkapi sistem baru tersebut.

Namun, sebagian analis menilai, XP Mode bukan merupakan penyelesaian masalah, tetapi justru memicu masalah baru. Sebab, pengguna Windows 7 yang menggunakan pula XP Mode, praktis harus mengelola dua lingkungan komputasi sekaligus, yaitu Windows 7 dan Windows XP, yang berada dalam satu mesin.

“Kehadiran XP Mode dalam Windows 7 justru melemahkan sekuriti Windows 7 menjadi hanya setara Windows XP. Kedua sistem operasi yang ada dalam satu komputer itu pun masing-masing harus di-update sendiri-sendiri. Microsoft seharusnya menyediakan sistem manajemen virtualisasi sejenis Virtual Desktop Infrastructure (VDI),” papar Chief Technology Officer Sophos Plc Richard Jacobs.

Microsoft memang harus bekerja keras untuk meyakinkan dan menyembuhkan trauma konsumen terhadap Vista. Firma riset Gartner Inc mengungkapkan, pujian-pujian terhadap Windows 7 tidak cukup untuk membujuk para pengguna profesional untuk beralih ke sistem operasi itu,dan melupakan trauma terhadap Vista.

“Para pengguna profesional umumnya menunggu hingga satu tahun sebelum menggunakan sistem operasi baru. Mereka menunggu untuk membuktikan kompatibilitas sistem operasi baru itu dengan aplikasi-aplikasi yang ada,” ujar Research Director Gartner Inc George Shiffler. (Koran SI/PC World/Reuters/OkeZone/srn)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: