Skip to content

Membaca Puisi

10 November 2009
tags:

Kegiatan membaca bertujuan untuk memahami isinya, baik membaca teks maupun membaca puisi. Khusus untuk membacakan puisi, diperlukan kemampuan membaca nyaring. Oleh karenanya, si pembaca dituntut untuk mempelajari lafal dan intonasi dengan baik. Selain itu, ekspresi juga harus disesuaikan. Maksudnya, pembaca puisi harus dapat mengungkapkan perasaan penulis dalam puisi tersebut.

Bacalah puisi berikut ini dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai!

Perasaan Seni

Bagaikan banjir gulung-gemulung,
Bagaikan topan seruh-menderuh,

Demikian rasa,
datang semasa,

Mengalir, menimbun, mendesak, mengepung,
Memenuhi sukma, menawan tubuh.
Serasa manis sejuknya embun,
Selagu merdu dersiknya angin,

Demikian rasa,
datang semasa,

Membisik, mengajak, aku berpantun,
Mendayung jiwa ke tempat diingin.
Jika kau datang sekuat raksasa,
Atau kau menjelma secantik juita,

Kusedia hati,
Akan berbakti,

Dalam tubuh Kau berkuasa,
Dalam dada Kau bertakhta!

J.E. Tatengkeng

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: