Lanjut ke konten

Pembangunan merusak alam

8 Maret 2009

Pembangunan memang sudah tidak bisa terelakkan lagi dari bagian perkembangan peradaban. Termasuk dikota kita tercinta Ponorogo. Lahan pertanian kini jumlahnya kian sedikit karena digunakan untuk tempat tinggal.

Siapa pihak yang harus bertanggung jawab jika terjadi krisis pangan di Ponorogo? Semua tentu tidak menginginkan anak cucu kita nanti hidup di jaman yang serba sulit.

Perumahan adalah salah satu penyebab semakin berkurangnya lahan pertanian. Meski memang tidak bisa kita pungkiri bahwa kita juga memautuhkan tempat tinggal yang nyaman, tetapi dampak dari pembangunan perumahan sangat banyak, apalagi sebagian kontraktor memilih lahan pertanian atau sawah sebagai tempat dibangunnya komplek perumahan.

Menyedihkan memang melihat kenyataan yang dihadapi kota Ponorogo. Adakah solusi untuk mengatasi atau setidaknya pilihan lain untuk membuat tempat tinggal. Maaf, bukannya saya ingin membandingkan dengan negara lain. Jepang,negara yang kategorinya negara kecil dan berbentuk kepulauan mampu mengatasi masalah permungkimannya dengan berbagai cara, salah satunya adalah rumah susun.

Di Indonesia sudah dimulai pembangunan rumah susun untuk masyarakat. Cara tersebut memang saya rasa efektif diterapkan di Ponorogo. Meskipun salah satu tanda-tanda kiamat adalah berdirinya bangunan-bangunan pencakar langit.

Selain membutuhkan tanah yang tidak seluas komplek perumahan tetapi dapat menampumg lebih banyak orang.

Mungkin ini saja sumbangsih pemikiran saya tentang pembangunan di Ponorogo. Saya harap para petani dapat lebih diperhatikan selain pertumbuhan kota.

—[[[www.24bit.tk]]]—

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: