Skip to content

Seni rupa masyarakat suku bangsa Jawa

20 November 2009
tags:

Perkembangan seni rupa masyarakat adat suku bangsa Jawa mencakup seni bangunan, seni pakaian adat, dan seni kerajinan.

1) Seni bangunan

Pada masyarakat adat Jawa di daerah Jawa Tengah dan DIY, Istana Mangkunegaran merupakan model bangunan rumah adat Jawa asli yang masih berdiri hingga kini. Rumah adat Jawa sendiri sebenarnya terdiri atas tiga ruangan inti, yaitu sebagai berikut.

  1. Dalem merupakan ruangan utama tempat tinggal keluarga.
  2. Pringgitan merupakan tempat untuk pertunjukan wayang kulit.
  3. Pendopo merupakan tempat untuk menerima tamu dan tempat penyelenggaraan upacara adat dan kesenian.

Adapun untuk rumah penduduk dapat dibedakan menurut bentuk atapnya. Adapun bentuk rumah penduduk sebagai berikut.

a)Rumah Limasan
b)Rumah Joglo
c)Rumah Serotong

Pada umumnya penduduk membangun rumah dengan tipe limasan.

Masyarakat suku bangsa Jawa yang bermukim di daerah Jawa Timur mempunyai berbagai macam model rumah, salah satunya model rumah Situbondo. Model rumah Situbondo merupakan model rumah adat Jawa Timur yang memperoleh pengaruh kebudayaan Madura. Rumah adat Jawa Timur dirancang tidak menggunakan kamar-kamar dan memiliki dua serambi, yaitu serambi di depan dan serambi di belakang tanpa adanya pintu belakang. Serambi depan untuk menerima tamu laki-laki, sedangkan serambi belakang untuk menerima tamu perempuan. Pintu masuk dibuat di samping rumah.

2) Pakaian adat

Untuk daerah Jawa Tengah, pakaian adat laki-laki berupa baju jas singkepan, mengenakan korset dan keris terselip di pinggang belakang, berkain batik panjang dengan lipatan di bagian tengah membujur ke bawah (wiron), tutup kepala mengenakan iket atau blangkon, dan alas kaki mengenakan selop. Pakaian perempuan terdiri atas kain batik dan baju kebaya, rambut disanggul (digelung) dengan hiasan melati.

Sanggul tersebut sering disebut sebagai bokor mengkurep yang dihiasi rajangan daun pandan. Selain itu mengenakan perhiasan kalung, gelang dan cincin, serta alas kaki mengenakan selop.

Untuk pakaian adat model Daerah Istimewa Jogjakarta, pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang dikenakan di Jawa Tengah. Perbedaannya pada pakaian laki-laki, di daerah Jogjakarta sering kali mengenakan jas bermotif kembang-kembang atau garis-garis, sedangkan untuk daerah Jawa Tengah baju yang dikenakan adalah polos dan cenderung berwarna gelap.

Pakaian adat Jawa Timur mendapatkan pengaruh dari kebudayaan adat Madura. Pakaian laki-laki berupa celana panjang sebatas lutut yang longgar berwarna hitam dengan ikat pinggang besar. Berbaju lengan panjang tanpa leher dan dengan baju dalam bergaris-garis lebar horizontal, dengan sepotong kain tersampir di bahunya, serta mengenakan ikat kepala berupa destar. Pakaian perempuan mengenakan baju kebaya pendek, dengan kain sebatas lutut, dan mengenakan perhiasan gelang kaki yang disebut binggel.

3) Seni kerajinan

Masyarakat adat Jawa terkenal dengan seni kerajinan batik. Berdasarkan cara pembuatannya ada dua jenis batik, yaitu batik tulis dan batik cetak atau batik printing. Keduanya memerlukan proses yang cukup panjang hingga menjadi kain yang siap dipakai.

Pelopor kerajinan batik di Jawa Tengah adalah di Solo, tepatnya di Kampung Laweyan, yang sampai sekarang masih dikenal sebagai pusat perajin batik. Dalam perkembangannya, batik menyebar di seluruh wilayah Jawa, sehingga dikenal dengan nama Batik Pekalongan, Batik Wonogiren (berasal dari Wonogiri), Batik Lamongan, yang masing-masing memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Di samping kerajinan batik, di Jawa banyak tumbuh seni kerajinan lainnya, seperti seni ukir (Jepara), seni pengecoran logam (daerah Batur Klaten), seni anyaman, dan seni kerajinan kulit.

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: